This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Misteri Dibalik Illuminati Card Game


Ternyata Illuminati juga punya card game.
Card game ini dinamakan INWO (Illuminati-New World Order) hampir setiap kartunya memiliki arti tersendiri yang mungkin berhubungan dengan rencana untuk melaksanakan NWO.
Kartu ini di buat oleh Steven Jackson, Perancang game dari Amerika yang memiliki Steven Jackson Games (SJ games). perusahaan ini telah membuat berbagai permainan buatan mereka seperti Car wars, GUURP, Munchkins dan lainnya. Permainan Illuminati adalah salah satunya yang dibuat Steven pada tahun 1990.
 
Sekilas Tentang Aturan Main

Permainan ini dimainkan dengan cara mengambil, menghancurkan dan menetralisir grup yang bebas atau milik orang lain. Lawan Bisa mempertahankan Grup, menggunakan taktik tertentu dan lainnya. Satu Boxnya terdiri dari 6 kartu Illuminati: The Bavarian Illuminati, The Discordian Society, The Ufo's , The Servants Of Cthulhu, The Bermuda Triangle, The Gnomes Of Zurich, Society Of Assassins, The Network, Church Of SubGenius, dan Shangri-la. Kartu Illuminati ini Akan mengambil Grup lain, grup tersebut bisa mengambil grup lain juga.

Untuk lengkapnya bisa dilihat disini http://www.sjgames.com/illuminati/img/illuminati_rules.pdf

Misteri Dibalik Kartu Ini

salah satu misterinya adalah kejadian ini "suatu pagi pada tanggal satu maret 1990, tanpa diberitahu dahulu, agen Secret Service (USSS) menyerbu kantor steven jackson. Mereka mulai mencari peralatan komputer. Beberapa Perlengkapan juga disita seperti, 4 komputer, 2 laser printer,beberapa harddisk dan perangkat keras lainnya
.

Yang aneh berikutnya adalah Steven Jackson, dia membuat kartu "terrorist Nuke" yang memiliki gambar seperti penyerangan WTC, juga pentagon yang terjadi beberapa tahun berikutnya.


















Kedua Kartu tersebut menggambarkan peristiwa 9/11 yang seperti ini












Masih banyak katu seperti ini....

contohnya....:


"Oil Spill"

Apa para illuminatus sudah membuat kejadian ini dengan sengaja dengan tujuan tertentu seperti menghancurkan perikanan suatu negara??














"Internet Worm"
di kartu tertulis kata "All Data...Lost!lost!"
apa mungkin bearti mereka menghapuskan semua data yang bisa mengancam mereka??















"NWO-world war three"
Perang dunia ke tiga?? apa mereka yang akan membuatnya??













" Atomic Monster"
Apa mereka merencanakan pernyerangan dengan monster buatan??












"GOAL - Population Reduction"
salah satu tujuan mereka adalah pengurangan populasi dunia???













"Bigfoot"
dalam kartunya tertulis "Bigfoot Has the power to distract any media group by showing himself to public"
Apakah sebenarnya bigfoot hanya hoax untuk menarik media dan menjauhkan dari NWO??







"Cattle Mutilators"
Apa Sebenarnya manusia yang telah melakukan mutilasi ternak yang misterius itu??












"center for disease control"
Tempat penciptaan virus untuk mewujudkan pengurangan populasi?














"church of middle america"
Penyerangan Ufo buatan??












"Earthquake projector"
mesin pembuat gempa bumi...HAARP??











"Agent In Place"
Agen Rahasia Illuminati di semua tempat??











"energy crisis"
krisis energi yang di buat??











"International Weather Organization"
Chemtrails?












"Plague Of Demons"
Kumpulan setan? diketahui para illuminatus yang luciferian dapat memanggil setan dengan cara tertentu. Apa ini aka dilakuka mereka?









"Saturday morning cartoons"
Mempengaruhi orang lewat acara TV?









"The Thule Groups"
Sisa Nazi yang akan aktif?











"Spontaneous Combustion"
SHC adalah salah satu rencana pembunuhan yang dilancarkan Illuminati?












"GOAL - The hand of madness"
Tujuan Illuminati yang sebenarnya.










Itu Semua adalah Sebagian dari Kartu Illuminati.
Kalau ingin lihat semua kartu tersebut, lihat disini http://networkedblogs.com/5dR9p

Steven Jackson Sang pembuat kartu ini mungkin telah membongkar Illuminati dan Secret service mengambil data game ini untuk melindungi organisasinya. Jika iya, berarti dia sudah tahu semua rencana Illuminati akan apa yang mereka lakukan nanti untuk mewujudkan NWO.

Darimana Steven Jackson tahu semua ini??
Apa dia pernah Ikut/membongkar Illuminati?

Masih banyak yang misterius pada kartu-kartu ini. Bahkan Misteri Seperti SHC,Bigfoot, Nessie. Semuanya ada dalam kartu ini yang menunjukkan mereka membuat misteri ini untuk menghindari media massa. Demikian juga para UFO.

Suatu saat Illuminati berkemungkinan melancarkan semua rencana ini

Selasa, 21 Februari 2012

Konspirasi IMF atas Pembentukan New World Order (NWO)

(“IMF (the lnternational Monetery Fund) dan Bank Dunia adalah lembaga dana moneter intemasional yang dalam missinya disebutkan untuk memberikan bantuan kepada negara-negara yang tengah mengalami kesulitan likuiditas keuangan atau menghadapi masalah moneter. Dalam kenyataannya IMF, dan Bank Dunia, yang saham mayoritasnya sebesar 51 % dikuasai oleh departemen keuangan Amerika Serikat. John Reed, CEO Citigroup dan Sandy Weil, CEO Traveler’s Group., mengucapkan selamat datang kepada Robert Rubin, mantan menteri keuangan di era presiden BillClinton. Rubin bergabung dengan Citigroup pada bulan Oktober 1999″).
Yang telah kita ketahui ialah bagian terbesar dari saham the Fed dikuasai oleh para bankir raksasa Yahudi. Dengan uang-kertas dolar yang ongkos cetaknya, tidak peduli berapa pun nilai denominasinya di lembaran itu, hanyalah 3 sen dolar per lembar, praktis the Fed memiliki kekuasaan atas keuangan dunia hampir-hampir tanpa biaya. Meski ada beberapa kekeliruan pandangan tentang IMF dan Bank Dunia, tetapi tidak dapat disangkal bahwa keduanya, baik IMF maupun Bank Dunia, merupakan dua instrumen kekuasaan yang digunakan oleh Barat (baba : kelompok Zionis) untuk menghancurkan negara-negara yang berdaulat agar menjadi tidak lebih daripada sekedar teritori (ekonomi-keuangan) mereka, yang pada gilirannya akan kehilangan kedaulatan politik mereka.

Tatkala suatu missi IMF memasuki suatu negara, mereka sebenarnya tidak lain menjalankan rancangan untuk penghancuran lembaga-lembaga sosial-ekonomi di balik dalih persyaratan untuk meminjamkan uang. Menurut Joseph Stiglitz, mantan Kepala Tim Ekonom Bank Dunia, IMF biasanya mengembangkan program empat langkah.
Langkah pertama adalah program’ Privatisasi’ , yang menurut Stiglitz lebih tepat disebut dengan nama program ‘Penyuapan’. Pada program ini perusahaan-perusahaan milik negara penerima bantuan IMF harus dijual kepada swasta dengan alasan untuk mendapatkan dana tunai segar. Pada tahapan ini menurut Stiglitz, “Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di negara penerima bantuan itu terbelalak, tatkala mengetahui prospek ‘pemberian’ 10% komisi beberapa milyar dolar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss, yang diambilkan dari harga penjualan aset nasional mereka tadi”.
Sebagai contoh, dimana pemerintah Amerika Serikat (harap dicatat departemen luar negeri, departemen pertahanan, dan departemen keuangan, sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang Yahudi), terlibat dalam kasus “penyuapan” terbesar yang pernah ada, pada program “privatisasi” di Rusia pada tahun 1995, ketika pemerintah Amerika Serikat (Yahudi) menghendaki Yeltsin terpilih lagi. “Kami tidak peduli kalau pemilihan itu adalah pemilihan yang korup. Kami ingin uang itu sampai ke tangan Yeltsin melalui ‘bawah-meja’ untuk keperluan kampanyenya”. Yang paling menyakitkan hati bagi Stiglitz bahwa oligarchie Rusia yang didukung oleh Amerika Serikat itu menyapu habis aset industri BUMN Rusia dengan akibat, korupsi tersebul memotong pendapatan nasional Rusia tinggal hampir separuhnya saja yang menyebabkan depresi ekonomi dan kelaparan.
Sesudah program “penyuapan” itu langkah kedua IMF/Bank Dunia adalah rencana “satu-ukuran-(yang) pas – untuk menyelamatkan ekonomi anda” (‘all size – economic solution ‘), yaitu “Liberalisasi Pasar Modal”. Dalam teorinya deregulasi pasar modal memungkinkan modal investasi mengalir keluar-masuk. Namun, dengan ditingkatkannya pemasukan modal investasi dari luar, pada gilirannya akan menyebabkan pengurasan cadangan devisa negara yang bersangkutan untuk mendatangkan aset melalui impor dari negara-negara yang ditunjuk oleh IMP. Malangnya lagi, dalam kasus Indonesia dan Brazil, lagi-lagi menurut Stiglitz, modal itu hanya keluar dan keluar, tidak pernah balik.
Tatkala suatu missi IMF memasuki suatu negara, mereka sebenarnya tidak lain menjalankan rancangan untuk penghancuran lembaga-lembaga sosial-ekonomi di balik dalih persyaratan untuk meminjamkan uang.
Stiglitz menyebut program “privatisasi” ini sebagai daur “uang panas”. Dana tunai dari luar masuk untuk spekulasi di bidang real-estate dan valuta, kemudian hengkang bila ada tanda-tanda akan ada kerusuhan. Akibat dari yang pertama di atas dan kedua ini, cadangan devisa negara bisa habis menguap dalam ukuran hari, bahkan jam. Dan bilamana hal itu sampai terjadi, maka untuk merayu kaum spekulan untuk mau mengembalikan dana modal nasional, IMF menuntut negara-negara debetor ini menaikkan suku-bunga banknya menjadi 30%, 50%, hahkan 80%. Ketetapan itu diikuti dengan persyaratan kebijakan deregulasi peraturan perbankan, diberlakukannya kebijakan uang ketat (‘austerity policies’), dihentikannya subsidi pada bidang-bidang yang berkaitan dengan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat. Pada negara-negara yang sedang berkembang, dimana program pcmbangunan bagian terbesar masih menjadi tanggung-jawab negara, pemberlakuan politik uang ketat berdampak buruk terhadap kehidupan sektor riel. Penghentian subsidi terhadap sektor strategis seperti pangan, bahan bakar, transportasi, pendidikan, dan sebagainya selalu berakhir dengan krisis politik di negara-negara yang bersangkutan.
“Hasilnya bisa diprediksi”, kata Stiglitz mengomentari tentang gelombang pasang uang panas di Asia dan Amerika Latin. “Suku bunga yang tinggi menghancurkan nilai properti, memangsa produksi industri, dan mengeringkan dana nasional”.
Pemasukan modal investasi dari luar, meskipun tampaknya membantu untuk memperluas kesempatan kerja, dalam kenyataannya persyaratan itu telah membunuh usaha bumiputera setempat, yang pada gilirannya jatuh bergelimpangan, karena belum mampu bersaing khususnya untuk pemasaran. Acapkali kebijakan seperti itu berakibat dengan penutupan pabrik-pabrik, karena pemerintah tuan-rumah dan sektor swasta domestik tidak cukup memiliki modal. Contoh paling mutakhir adalah bangkrutnya ekonomi Argentina pada bulan Januari 2002 yang menimbulkan situasi kekacauan politik dan sosial.
Pada tahapan ini IMF menarik negara debetor yang tengah megap-megap itu ke langkah ketiga, yaitu “Pricing – Penentuan Harga Sesuai Pasar”, sebuah istilah yang muluk untuk program menaikkan harga komoditas strategis seperti pangan, air bersih, dan BBM. Tahapan ini sudah dapat diprediksi akan menuju ke langkah tiga-setengah, yaitu apa yang dinamakan oleh Stiglitz, “Kerusuhan IMF”.
“Kerusuhan hasil ciptaan IMF” itu sudah bisa diprediksikan dan sangat menyakitkan hati. Tatkala suatu negara sudah jatuh pingsan (IMF) akan mengambil keuntungan dan memeras sampai tetes darah terakhir yang masih ada pada negara debetor. Suhu akan terus meningkat, dan pada saatnya ketel itu meledak”, seperti halnya ketika IMF, menurut Stiglitz, mengharuskan menghapus subsidi untuk beras dan BBM bagi kaum miskin di Indonesia pada tahun 1998. Indonesia meledak dengan kerusuhan. Dan masih ada contoh kasus lain – kerusuhan di Bolivia, sehubungan dengan kenaikan tarif air bersih pada tahun 2001, dan pada bulan Februari 2002 kerusuhan di Ekuador karena kenaikan harga gas dapur yang diperintahkan oleh Bank Dunia. Kesan yang ada ialah kerusuhan itu memang direncanakan.
Dan memang begitu. Apa yang tidak diketahui Stiglitz, bahwa BBC dan koran the Observer, London, berhasil memperoleh beberapa dokumen dari kalangan dalam Bank Dunia, yang diberi cap ‘Confidential’, ‘Restricted’, dan ‘Not to be Disclosed’. Salah satu di antara dokumen-dokumen itu adalah apa yang disebut ‘Interim Country Assistance Strategy’ (‘Strategi Bantuan Sementara’) untuk Ekuador. Di dalam dokumen itu Bank Dunia beberapa kali menjelaskan – dengan ketepatan yang mendirikan bulu roma – bahwa mereka mengharapkan rencana mereka akan menyalakan “kerusuhan sosial”, begitu istilah birokrasi terhadap negara yang terbakar.
Hal itu tidak perlu membuat kaget. Laporan rahasia itu mencatat, rencana itu dimaksudkan agar nilai mata-uang Ekuador dengan dolar Amerika akan mendorong 51 % dari penduduk Ekuador agar berada di bawah garis kemiskinan. Rencana “Bantuan” Bank Dunia di dalam laporan itu semata-mata menyeru untuk “meredakan tuntutan dan penderitaan rakyat” dengan “penyelesaian politik” -tanpa menyinggung aspek ekonomi dan harga-harga yang kian melambung
“Kerusuhan IMF” (yang dimaksudkan dengan ‘kerusuhan’ disini ialah demonstrasi damai yang dibubarkan dengan gas air-mata, peluru, dan tank), menyebabkan panik baru yang berakibat dengan pelarian modal (‘capital flight’) dan kebangkrutan pemerintah setempat. Kebakaran ekonomi ini mempunyai sisi terangnya – untuk perusahaan perusahaan asing, yang yang mendapatkan kesempatan menyabet sisa aset negara yang sedang kacau-balau itu, seperti konsesi pertambangan, perbankan, perkebunan, dan lain sebagainya dengan harga obral-besar-besaran. Contoh ini terlihat pada kepanikan pemerintah Indonesia yang melakukan “divestasi” degan harga obral-obralan pada BCA (‘Bank Central Asia’), bank paling berhasil di Indonesia, pabrik semen, perkebunan kelapa sawlt, bisnis telekomunikasi, dan sebagainya, yang kesemuanya sebenamya merupakan “tambang emas” (‘money-machines’) bagi Indonesia.
Stiglitz mencatat bahwa IMF dan Bank Dunia bukanlah penganut yang tidak punya perasaan terhadap ekonomi pasar. Pada waktu yang sama IMF menghentikan Indonesia untuk memberi subsidi pangan. Menurut IMF, “ketika bank-bank membutuhkan bail-out, intervensi (terhadap pasar) dapat diterima”. IMF menumpahkan berpuluh milyar dolar untuk menyelamatkan para finansier Indonesia dengan tambahan pinjaman dana dari bank-bank Amenka dan Eropa.
Suatu pola muncul. Dalam sistem ini banyak yang rugi, tetapi ada satu pemenang : yaitu, bank-bank Barat dan departemen keuangan Amerika Serikat, yang menghasilkan keuntungan besar dari celengan modal internasional ini. Stiglitz menceriterakan pengalaman pertemuan pertamanya, ketika baru menjabat di Bank Dunia, dengan presiden baru Etiopia dalam rangka pemilihan umum demokratis yang pertama di negeri itu.
Bank Dunia dan IMF menginstruksikan Etiopia untuk mengalihkan uang bantuan ke rekening cadangannya di departemen keuangan Amerika Serikat, yang akan memberikan bunga 4%, sementara Etiopia meminjam kepada Amerika Serikat dengan bunga 12% untuk memberi makan rakyatnya. Presiden Etiopia yang baru memohon kepada Stiglitz agar uang bantuan itu dapat digunakan sendiri untuk membangun negerinya. Tetapi tidak, uang hasil rampokan itu langsung masuk ke kas departemen keuangan Amerika Serikat di Washington.
Kini kita sampai ke tahap keempat yang oleh IMF dan Bank Dunia diberi nama “Strategi Pengentasan Kemiskinan”: yaitu, Pasar Bebas. Yang dimaksud ialah ‘pasar bebas’ berdasarkan aturan dari WTO (‘World Trade Organization’ – Organisasi Perdagangan Dunia’) dan Bank Dunia. Stiglitz, orang dalam Bank Dunia itu menyamakan ‘pasar bebas’ dengan ‘perang candu’. “Konsep itu bertujuan membuka pasar”, katanya. “Persis seperti halnya pada abad ke-19, negara-negara Barat dan Amerika Serikat menghancurkan rintangan yang ada bagi perdagangan di Cina. Sekarang hal yang sama dilakukan untuk membuka pasar agar mereka dapat berdagang di Asia, Amerika Latin dan Afrika, sementara negara-negara Barat itu memasang tembok yang tinggi terhadap impor hasil pertanian dan produk manufaktur dari Dunia Ketiga”.
Sebagai akibat program’ pasar-bebas’. Para pengusaha kapitalis lokal terpaksa meminjam pada suku-bunga sampai 60 % dari bank lokal dan mereka harus bersaing dengan barang-barang impor dari Amerika Serikat atau Eropa, dimana suku-bunga berkisar tidak lebih dari antara 6 – 7 %. Program semacam ini berakibat mematikan kaum kapitalis lokal
Dalam ‘Perang Candu’, negara-negara Barat mengerahkan blokade militer untuk memaksa Cina membuka pasamya bagi perdagangan mereka yang tidak seimbang. Sekarang Bank Dunia dapat memerintahkan blokade keuangan, yang sama efektifnya seperti pada ‘Perang Candu’ – dan sarna mematikannya.
Stiglitz khususnya sangat emosional ketika membahas tentang pcrjanjian hak-hak intelektual (dalam bahasa Inggeris disingkat dcngan TRIPS). Menurut mantan Ketua Tim Ekonom Bank Dunia itu, ‘Tata Dunia Baru’ (‘Novus Ordo Seclorum’) itu pada telah “menjatuhkan vonis hukuman mati kepada rakyat sedunia”, dengan cara memberlakukan tarif dan “upeti” yang tidak masuk akal yang harus dibayarkan kepada perusahaan obat-obatan yang punya merk. “Mereka tidak peduli”, kata profesor yang bekerja-sama dl bidang urusan kredit bank dengan perusahaan-perusahaan obat-obatan itu, “apakah orang akan hidup atau mati”.
Sebagian besar publik, terutama pemerintahan negara-negara di Dunia Ketiga masih memandang IMF dan Bank Dunia sebagai lembaga dengan wajah yang manusiawi, seperti yang dinyatakan dalam charter-nya, “turut-serta dalam upaya menghapuskan kemiskinan”. Dalam kenyataannya, IMF lebih sukses berperan dalam menciptakan kemiskinan negara-negara yang sedang berkembang, ketimbang mengatasi kemiskinan yang mereka derita. Kalau ada yang menyangka ada konflik antara keduanya, antara IMF dan Bank Dunia, maka perkiraan itu keliru sekali.
Harap disini jangan sampai dibuat bingung ketika terjadi campur-aduk dalam pembicaraan mengnai IMF, Bank Dunia, dan WTO. Lembaga-Iembaga itu sebenamya tidak lain hanyalah topeng yang dapat dipertukarkan yang berasal dari suatu sistem kekuasaan yang tunggal, kaum Zionis, sesuai keperluannya. Mereka terhubung satu dengan lainnya melalui suatu sistem yang mereka sebut “pemicu”.
Ketika suatu negara memohon kredit kepada Bank Dunia untuk keperluan pendidikan, misalnya, maka permohonan tadi akan “memicu” suatu kebutuhan untuk menerima ‘persyaratan’ apa pun – yang mereka tetapkan rata-rata sebanyak 111 poin untuk setiap negara – yang ditetapkan secara sepihak oleh Bank Dunia dan IMF. Menurut Stiglitz, “IMF mengharuskan negara debitur menerima kebijakan perdagangan yang lebih bersifat punitif ketimbang aturan-aturan dari WTO”.1
IMF dan Bank Dunia memang mempunyai misi yang sarna di Dunia Ketiga. Kenyataannya sederhana: Wall Street berdiri di belakang kedua lembaga ini. Mereka dijalankan oleh para bankir, umumnya bankir Yahudi. Harus diingat, mereka adalah pebisnis uang dan profiteur, bukan sosiolog anthropolog, apalagi kaum philanthropis.
Selain itu yang tidak banyak disadari orang ialah ‘pasar bebas’ pada hakekatnya adalah saudara kandung dari perang. Yang lebih penting lagi, masyarakat Dunia Ketiga pada umumnya gagal melihat hubungan erat antara gagasan pasar-bebas dengan kepentingan negara-neganl Barat. Misalnya, sedikit sekali organisasi yang mengkritik lembaga-lembaga produk Bretton Woods itu, dibandingkan dengan suara yang menentang serangan Amerika Serikat terhadap Afghanistan, misalnya mereka tidak menyuarakannya di Seattle (ketika konperensi APEC), dan juga tidak melakukannya di Washington, DC.
Harap disini jangan sampai dibuat bingung ketika terjadi campur-aduk dalam pembicaraan mengnai IMF, Bank Dunia, dan WTO. Lembaga-Iembaga itu sebenamya tidak lain hanyalah topeng yang dapat dipertukarkan yang berasal dari suatu sistem kekuasaan yang tunggal, kaum Zionis, sesuai keperluannya. Mereka terhubung satu dengan lainnya melalui suatu sistem yang mereka sebut “pemicu”.
Mereka berkampanye menentang ‘pasar bebas’, menentang IMF, dan memihak kepada kampanye Jubilee untuk menghapus hutang Dunia Ketiga, tetapi tidak terhadap peperangan. ‘Pasar bebas’ dan perang berjalan bergandengan tangan. Sarna seperti halnya negara-negara Barat, seperti dikatakan Stiglitz di atas tadi, pada abad ke-19 memaksa Cina melakukan “perdagangan bebas opium”, dan hal itu masih berlaku sekarang. Kalau dalam abad ke-19 negara-negara Barat mengeluarkan dalih “memberantas perompakan di laut” untuk menutup-nutupi agenda kolonialisme dan imperialisme mereka, dewasa ini Amerika Serikat berdalih “memerangi terorisme internasional” untuk mendapatkan konsesi pemasangan pipa minyaknya melalui wilayah Afghanistan.
Koordinasi antara negara-negara Barat dengan ‘pasar-bebas’ sangat jelas. Bisa dilihat contoh di Kosovo. IMF dan Bank Dunia telah merancang rencana ekonomi pasca-perang, termasuk ‘pasar-bebas’, bahkan jauh hari sebelum jatuhnya born pertama. Keduanya bergandengan tangan. Jika suatu negara menolak intervensi IMF, maka negara-negara Barat, dengan intervensi politik atau mengerahkan berbagai badan-badan rahasia dan kegiatan subversif, akan masuk. Tugas mereka menciptakan iklim yang kondusif bagi program-program IMF dan negara-negara Barat (baca: Zionis) untuk akhirnya dapat dilaksanakan di negara-negara tersebut. Negara seperti lndonesia menjadi contoh betapa program pinjaman hutang IMF makin menambah krisis yang memang sudah parah.
Negara-negara yang menerima apa yang disebut dengan nama “bantuan pinjaman” IMF, seperti Bulgaria dan Romania, termasuk Indonesia, mungkin tidak mendapatkan ‘carpet bombing’, tetapi mereka dihancurkan hanya dengan satu goresan pena. Bahasa badan tidak dapat menutup-nutupi pikiran yang ada di benak seseorang. Tentang hal itu, menarik memperhatikan keangkuhan gaya Camdessus, direktur eksekutif IMF untuk Asia-Pasifik, ketika ia menyaksikan presiden Republik Indonesia, Soeharto, terpaksa menanda-tangani Memorandum of Understanding dalam rangka memohon bantuan pinjaman IMF untuk Indonesia pada tahun 1998. Memorandum itu ternyata merupakan awal dari agenda penghancuran ekonomi Indonesia yang memang sudah terpuruk. Di Bulgaria IMF melakukan reformasi yang sangat drastis. IMF menghancurkan kondisi sosial : pensiun dipotong, pabrik-pabrik terpaksa ditutup, ada barang-barang produk pabrik yang di-dumping, penghapusan subsidi perawatan kesehatan dan subsidi transportasi secara cuma-cuma bagi rakyat, dan sebagainya.
Keprihatinan Stiglitz tentang rencana-rencana dari IMF dan Bank Dunia yang dirumuskan secara rahasia dan didorong oleh suatu ideologi dari kaum absolutis, dan yang tidak membuka peluang untuk diskusi atau penolakan. Meski negara-negara Barat mendorong pemilihan umum di seluruh negara-negara yang sedang berkembang, apa yang mereka sebut “Program Pengentasan Kemiskinan” sebenamya “merongrong demokrasi”.
Dan program itu temyata tidak jalan. Produktivitas negara-negara Afrika Hitam di bawah bimbingan tangan “bantuan” struktural, IMF gagal total dan programnya hancur berantakan. Apakah ada negara-negara debitur yang mampu menghindari malapetaka ini ? “Ada”, kata Stiglitz seraya menunjuk Botswana. Apa yang mereka lakukan? “Mereka menghardik IMF untuk berkemas-kemas meninggalkan negeri itu”.
Lalu bagaim`na cara membantu negara-negara yang sedang berkembang itu. Stiglitz mengusulkan adanya rencana land-reform yang radikal, serangan langsung ke jantung “pertuan-tanahan”, pada harga sewa yang keterlaluan, yang dikenakan oleh oligarki pemilik tanah di seluruh dunia, lazimnya tidak kurang dari 50% dari hasil panen dari si penyewa tanah (sistem “paron”).
Sebagai salah seorang mantan pejabat tinggi di Bank Dunia, apakah gagasan ini pemah diusulkan oleh Stiglitz? Kalau anda menantang (kepemilikan tanah), hal itu niscaya akan menimbulkan perubahan pada elit yang berkuasa. Karenanya, soal itu tidak masuk prioritas utama mereka”. Setiap kali solusi dengan konsep ‘pasar bebas’ menemui kegagalan, menurut Stiglitz, IMF tidak lain hanya menuntut kebijakan “pasar yang lebih bebas”.
“Halnya sama dengan di masa Abad Pertengahan”, kata Stiglitz. “Tatkala sang pasien meninggal, mereka berkata, ‘Ia terlalu banyak kehilangan darah, sebenarnya darahnya masih ada sedikit di tubuhnya’
Bantuan Ekonomi dan Kolonialisasi Gaya-Baru
Di Asia Tengah, Balkan, dan Kaukasus, reformasi dan program privatisasi dari IMF dan Bank Dunia berjalan bergandengan tang an bukan hanya dengan agenda negara-negara Barat, tetapi juga dengan operasi intelijen CIA, yang dilakukan secara tertutup. Pengelolaan lembaga perang dan ekonomi dilakukan dengan interface satu dengan yang lain pada peringkat global.
Jadi pada saat ini berbagai negara dilemahkan dengan konflik-konflik regional dan domestik yang dibiayai oleh dana keuangan Barat, baik secara terbuka maupun seeara tertutup. Kosovo Liberation Army, Aliansi Utara di Afghanistan, (GAM di Aceh ?), hanyalah sekian contoh dari beberapa kasus, bagaimana gerakan insurgensi di suatu negara dibiayai oleh Barat. Konflik-konflik yang dimanipulasi di Kosovo, Afghanistan, Aceh, dan lain-lain, terjadi karena terdapat sumber daya alam dalam jumlah yang strategis, minyak dan gas bumi, ladang ganja dan obat bius, yang oleh CIA dikelola secara tertutup.
Pada gilirannya kepentingan ekonomi ini bermuara ke politik luar negeri resmi Ameriksa Serikat. Akhimya ujung-ujungnya ke IMF, Bank Dunia, dan bank-bank regional dan investor swasta. Perang Afghanistan adalah contoh nyata adanya mata-rantai yang kuat antara agenda untuk untuk menguasai minyak yang ada di perut bumi Cekung Kaspia (Caspian Basin) dengan rancangan membangun hegemoni politik di Asia Tengah dalam rangka mengamankan kepentingan minyak dan gas bumi bumi tersebut.
Peristiwa serangan 11 September 2001 terhadap gedung-kembar WTC New York yang menewaskan lebih-kurang 6.000 jiwa adalah suatu rekayasa politik yang luar biasa kejamnya yang dilakukan oleh kelompok ‘rajawali’ Yahudi di bawah pimpinan Paul Wolfowitz di departemen pertahanan Amerika Serikat, yang bekerja-sama erat dengan dinas rahasia Israel Mossad, untuk mendapatkan dalih “menghukum” Afghanistan sebagai “kambing hitam”-nya.
Semuanya berkaitan sebagai suatu mata rantai. Kecurigaan bahwa serangan terhadap gedung-kembar itu merupakan sebuah rekayasa sangat rahasia oleh pihak Amerika Serikat sendiri yang dibantu oleh badan intelijen Israel Mossad, bukan hanya dikeluarkan oleh Alexander Gordon, seorang analis keamanan Amerika Serikat, tetapi juga dari ulasan koran the Guardian dan BBC London, kantor berita teve Amerika ‘Fox News’, Vision TV Kanada, koran the Washington Post, bahkan datang dari pemerintah Jerman, sekutu Amerika Serikat sendiri.
Mari dicermati institusi global ini: ada sistem PBB dengan missi konon untuk “memelihara perdamaian” yang pembentukannya diprakarsai oleh tokoh-tokoh Zionis; mereka memainkan perannya melalui negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Dari situ ada IMF, Bank Dunia, dan bank-bank pembangunan regional seperti ADB, Asian Development Bank, dan sebagainya. Di Eropa ada the European Bank for Reconstruction and Development, serta WTO. Lembaga-lembaga ini merupakan kekuatan utama mereka.
Kadangkala perang diperlukan untuk menciptakan suatu kondisi yang kondusif, dan kemudian lembaga-lembaga ekonomi produk kaum Zionis itu akan masuk untuk memberesi keadaan yang berantakan. Sebagai misal, sesudah pemerintahan Taliban di Afghanistan jatuh, kelompok bankir Yahudi ini mengusulkan dibentuknya semaeam ‘Marshall Plan’ untuk “membangun kembali” infra-struktur negeri itu yang sudah hancur berantakan.
Atau.sebaliknya, IMF sendiri yang melakukan destabilisasi ekonomi seperti yang mereka lakukan di Indonesia. Mereka bersikeras menghapus subsidi pada berbagai kebutuhan publik di negara itu. Kini kebijakan itu berhasil melumpuhkan sebuah negara sebesar Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 pulau, dan berakhir dengan keterpurukan ekonomi yang kacau-balau. Keadaan geografinya dan persebaran sumber daya-alamnya yang tidak merata membuat ekonomi nasionalnya bukan menjadi sumber kesejahteraan, tetapi berubah menjadi suatu malapetaka. IMF meninggalkan kondisi ekonomi-keuangan negara kepulauan ini dalam keadaan berantakan dengan cara yang belum pernah dihadapi oleh orang Indonesia.
Apa yang telah diperbuat oleh IMF di Indonesia? Mereka bersikeras memotong uang yang seharusnya ditujukan untuk mensubsidi pemerintahan di daerah, misalnya di bidang pendidikan, dan sebagainya. Kebetulan mereka melakukan hal yang serupa di Brazil. Mereka mendestabilisasikan suatu negara, karena untuk menguasai suatu negara harus ada kesamaan fiskal, suatu sistem untuk transfer fiskal. Jadi di suatu tempat seperti di Indonesia, mereka mendorong sctiap daerah rrielalui kebijakan otonomi daerah yang infra-strukturnya tidak disiapkan lebih dahulu, masing-masing akhirnya berperilaku menjadi semacam negara bagian.
Jadi pada saat ini berbagai negara dilemahkan dengan konflik-konflik regional dan domestik yang dibiayai oleh dana keuangan Barat, baik secara terbuka maupun seeara tertutup. Kosovo Liberation Army, Aliansi Utara di Afghanistan, (GAM di Aceh ?), hanyalah sekian contoh dari beberapa kasus, bagaimana gerakan insurgensi di suatu negara dibiayai oleh Barat. Konflik-konflik yang dimanipulasi di Kosovo, Afghanistan, Aceh, dan lain-lain, terjadi karena terdapat sumber daya alam dalam jumlah yang strategis, minyak dan gas bumi, ladang ganja dan obat bius, yang oleh CIA dikelola secara tertutup.
Dan tentu saja gagasan untuk masing-masing berdiri-sendiri menjadi sangat menarik bagi berbagai kelompok etnik di daerah yang berbeda-beda. Tentu saja mereka (yakni perancangnya di IMF) sadar sekali tentang hal ini – mereka melakukannya berulang-kali. Mereka hanya mendorong saja gagasan yang sudah ada. Hal itu terjadi di Yugoslavia, terjadi di Brazil; hal itu bahkan terjadi di bekas Uni Sovyet, dimana daerah-daerah dilepaskan begitu saja, karena Moskow tidak mampu memberi mereka uang. Kalau hal itu terjadi dimana rakyat dimelaratkan, mereka mulai saling membunuh. Terjadi pada setiap kelompok, pada kelompok-kelompok etnik, agama, dan kedaerahan, seperti di Indonesia.
Namun hal yang sarna bisa saja terjadi, seperti di Somalia, dimana tidak ada kelompok-kelompok etnik, tetapi skema IMF tetap berjalan. Tidaklah diperlukan adanya masyarakat multi-etnik untuk agenda memecah belah suatu bangsa, untuk melakukan Balkanisasi. Skema ini didasarkan pada agenda ‘rekolonialisasi’.
Negara dan ‘Teritori’
Negara-negara diubah menjadi teritori-teritori, persisnya koloni gaya baru. Apa beda negara dengan teritori ? Negara memiliki suatu pemerintahan, memiliki lembaga-lembaganya, ada anggaran, negara memiliki perbatasan ekonomi, dan memiliki lembaga seperti beacukai
Sebuah teritori, hanya memiliki pemerintahan secara nominal yang dikendalikan oleh IMF Tidak ada lembaga-lembaga yang otonom dan berdaulat, baik dari pemerintahan maupun swasta, karena telah diperintahkan tutup oleh IMF dan Bank Dunia. Tidak ada perbatasan, karena WTO telah memerintahkan pasar-bebas. Tidak ada industri atau pertanian, karena sektor-sektor ini telah didestabilisasikan sebagai akibat meningkatnya suku-bunga sampai 60 % per annum, dan hal itu akibat dari program IMF juga. Angka 60% itu bukan mengada-ada; di Brazil angka itu lebih tinggi. Pada tahun 1998 Indonesia mengalami hal serupa, Botswana menghadapi hal yang sama. Sukubunga seperti itu luar biasa tingginya.
Untuk mencapai hal itu IMF memasang batas ceiling kredit. Sehingga orang tidak mungkin mendapatkari pinjaman bank; bank-bank tidak mampu menjalankan peran intermediasi mereka keadaan suku-bunga meningkat, dan tentu saja hal itu secara pasti membunuh ekonomi setempat. Di Indonesia, IMF menuntut pelaksanaan kebijakan uang-ketat (‘austerity program’) dengan menaikkan suku-bunga obligasi bank sentral menjadi 17%, sehingga mendorong bank-bank komersial menaikkan suku-bunga kredit mereka. Untuk menambah keadaan menjadi lebih parah bank sentral Indonesia menuntut tiap bank yang ingin tetap hidup harus memiliki CAR (capital adequacy ratio) minimal 8%. Akibatnya bank-bank Indonesia berlomba-lomba mencari dana masyarakat, ketimbang menjalankan peran intermediasi mereka untuk mendorong kembali hidupnya ekonomi di sektor riel.
Untuk melawannya tidak mungkin dengan suatu gerakan topik tunggal. Tidaklah mungkin memfokuskan semata-mata pada lembaga-lembaga Bretton Woods, atau WTO, atau terhadap isu lingkungan, atau perekayasaan genetik. Perjuangan melawan “kolonialisme gayabaru” itu harus dalam hubungan totalitas. Tatkala menggunakan totalitas orang akan mampu melihat hubungan penggunaan kekuatan.
Di bawah sistem ekonomi seperti yang ada sekarang ini terhampar sendi-sendi orde kapitalis yang tertutup: industrial-military complex (catat; embargo Amerika Serikat terhadap peralatan militer Indonesia), kegiatan apparatus intelijen, dan kerja-sama dengan dan pengerahan kejahatan terorganisasikan (organized crimes), termasuk perdagangan narkotika untuk mendanai konflik-konflik internal di suatu negara dalam rangka membukakan pintu negara-negara Dunia Ketiga tersebut ke bawah kontrol komplotan Barat-Zionis.
Kini zamannya telah beralih dari gunboat diplomacy ke missile diplomacy. Sebenarnya istilah missile diplomacy tidaklah tepat. Yang ada adalah pemboman secara kasar dan primitif, seperti halnya ancaman dari utusan presiden Bush kepada pemerintahan Emirat Islam Afghanistan pada tahun 1999, tatkala Bush menghendaki tampilnya kembali bekas raja Mohammad Zahir Shah di Afghanistan sebagai tokoh pimpinan pemerintahan boneka, dan konsesi eksploitasi atas minyak dan gas bumi Afghanistan, serta pemasangan lintas pipa-minyak dari Turkmenistan ke Pakistan melalui wilayah Afghanistan dengan ancaman kasar, “Kalau anda setuju kami akan hamparkan ‘carpet of gold’, tetapi bilamana tidak, kami akan berikan anda ‘carpet-bombing’ “. Taliban menolak, dan mereka mendapatkan ganjaran, ‘carpet-bombing’ yang dijanjikan itu.
Money-Politics dan Penguasaan Elit Politik
Sebagian dari birokrasi sipil dan aparat intelijen militer di Dunia Ketiga terdiri dari para gangster dan kriminal2. Namun keadaan yang sebenarnya bila didalami jauh lebih rumit. Karena pada dasarnya para gangster itu tidak lebih dari instrumen dalam jaringan-kerja dari para pemodal besar internasional (baca: Yahudi). Mereka tidak menghalang-halangi sistem yang ada. Para gangster itu adalah orang yang dengan mudah dapat dipergunakan, karena mereka tidak bertanggung-jawab kepada konstituensi mereka, atau kepada siapa pun. Karena itu penggunaan mereka sangat bermanfaat.
Ambil misalnya ketika negara-negara Barat mendudukkan Hacim Thaci (pernimpin ‘Tentara Pembebasan Kosovo’) dalam pemerintahan di Kosovo, atau Abdul Hamid Karzai di Afghanistan. Jauh lebih mudah menempatkan gangster semacam mereka untuk memerintah negeri Kosovo atau Afghanistan, daripada mendudukkan seorang perdana menteri terpilih dengan integritas pribadi yang tinggi, yang bertanggung-jawab kepada konstituensinya. Yang terbaik adalah menempatkan seorang gangster-terpilih, seperti Boris Yeltsin (bagaimana dengan di Indonesia?), karena cara itu yang terbaik. Cari dan temp atkan seorang gangster-terpilih. Di pemerintahan Amerika Serikat sudah beberapa kali menempatkan gangster terpilih. Mengapa? Karena gangster-terpilih lebih mudah dikendalikan daripada seorang bukan-gangster yang diangkat.
Tetapi harus dimaklumi, para gangster ini merupakan kaki-tangan yang sangat menyolok – hal itu disebut sebagai kriminalisasi suatu negara. Sudah dapat dipastikan akan ada inter-penetrasi perdagangan yang legal maupun illegal. Dan perdagangan ilegal selalu berada dalam bisnis dan keuangan berskala besar. Pemimpin yang mendapatkan dukungan luas dari rakyat oleh negara-negara Barat tidak dikehendaki. Sebagai contoh bekerjanya anasir Zionis melalui jaringan klandestin, baik melalui partai-partai politik yang korup, badan-badan LSM kiri, kelompok ‘theologi pembebasan’ Katolik Jesuit yang kekiri-kirian, serta kaum anarkis, telah berhasil menyingkirkan tokoh yang memiliki integritas dan kompetensi. Pemimpin yang memiliki integritas dari segi kepentingan Zionisme secara politik tidak-dikehendaki. Itulah yang terjadi dengan nasib presiden B.J.Habibie dari Indonesia, yang ditendang keluar, bahkan oleh partainya sendiri.
Aspek penting dari kegiatan klandestin IMF adalah menciptakan kondisi untuk membiakkan perdagangan ilegal dan untuk mencuci uang di seluruh dunia. Hal itu sangat jelas, karena ketika ekonomi legal jatuh terpuruk akibat reformasi IMF, lalu apa yang tersisa. Yang tersisa adalah ekonorni-kelabu, ekonomi kriminal. Hal itu mendorong perkembangan kekuatan ekonomi ilegal yang akan digunakan untuk menggantikan kekuatan ekonomi legal yang secara potensial lebih bertanggung-jawab.
Keruntuhan sistem ekonomi yang legal di suatu negara menciptakan juga kondisi untuk perkembangan insurjensi, destabilisasi pemerintah terpilih, penutupan lembaga-lembaga, dan perubahan negara menjadi sekedar sebuah teritori, yang kemudian dikendalikan layaknya sebuah koloni. Indonesia dilihat dari berbagai indikasi obyektif, layak untuk dimasukkan ke dalam kartegori ‘koloni gaya-baru’ dari negara-negara Barat.
Kasus – “Suatu Model Membuka Kosovo untuk Modal Asing”
Di daerah pendudukan Kosovo yang berada di bawah mandat pasukan penjaga-keamanan PBB, “terorisme oleh negara” dan kaum pembela “pasar-bebas”, berjalan bergandengan tangan. Kriminalisasi oleh lembaga-lembaga negara yang terus berlangsung bukannya tidak sesuai dengan sasaran-sasaran ekonomi dan strategi Barat di Balkan.
Tanpa memperhitungkan kejahatan pembantaian rakyat sipil, pemerintahan KLA yang memproklamasikan diri-sendiri telah memberikan komitmennya untuk membentuk suatu “pemerintahan yang aman dan stabil” bagi para investor asing dan lembaga-lembaga keuangan internasional Yahudi, yang didukung oleh negara-negara Barat, dan lembaga-lembaga keuangan yang berbasis di New York dan London. Mereka telah melakukan analisis tentang konsekwensi bila suatu intervensi militer terjadi dengan akibat perlunya pendudukan Kosovo, hampir setahun sebelum terjadinya perang. Konsep ini diulang kembali di Afghanistan pada tahun 2001. IMF dan Bank Dunia telah melakukan suatu ‘simulasi’ yang ‘mengantisipasi kemungkinan skenario darurat berlaku sebagai akibat ketegangan-ketegangan yang ada di Kosovo’.
Tatkala pemboman masih berlangsung, Bank Dunia dan Komisi Eropa memperoleh sebuah mandat khusus guna ‘mengkoordinasikan para donor’ untuk bantuan ekonomi di Balkan. Muatan ‘terms of reference’ tidak mengeluarkan Yugoslavia dari daftar penerima bantuan donor tersebut. Hal itu dengan jelas menegaskan bahwa Belgrado berhak untuk mendapatkan pinjaman pembangunan “begitu keadaan politik disana berubah”. Sehubungan dengan Kosovo, alih-alih memberikan pinjaman untuk membangun kembali infra-struktur propinsi Kosovo, IMF dan Bank Dunia malah lebih memusatkan intervensinya dengan pemberian ‘bantuan dalam merancang rekonstruksi dan program recovery’ serta apa yang dinamakan ‘nasehat kebijakan dalam manajemen ekonomi’ dan ‘pembangunan kelembagaan’ khususnya ‘pemerintahan’. Dengan kata lain, sepasukan ahli hukum dan konsultan dikirimkan untuk menjamin transisi Kosovo ‘membangun suatu ekonomi pasar yang hidup, terbuka, dan transparan’. Bantuan yang diberikan kepada pemerintahan sementara Kosovo akan diarahkan menuju ‘terbentuknya lembaga-lembaga yang transparan, efektif, dan berkelanjutan’. ‘Pemberdayaan lingkungan’ bagi investasi modal asing akan dibentuk sejajar dengan pembentukan ‘jaringan keselamatan sosial’ dan ‘program pengentasan kemiskinan’.
Sementara itu bank-bank milik negara Yugoslavia yang beroperasi di Pristina ditutup. Mata-uang Deutschmark ditetapkan sebagai alat tukar yang sah, dan sistem perbankan dialihkan kepada Commerzbank AG Jerman, yang menjadi pemegang saham tunggal swasta di dalam Micro Enterprise Bank (MEB milik Kosovo) yang dibentuk pada awal tahun 2000 dengan pemrakarsa International Finance Corporation (milik Bank Dunia), the European Bank for Reconstruction and Development (EBRD), bersama dengan Nederlandse FinancieringsMaatschappij voor Ontwikkelingslanden (FMO). Internationale Micro Investitionen (IMI milik Jerman), dan Kredit Anstalt fuer Wiederaufbau (KW juga milik Jerman). Jadi pihak Jerman (Commerzbank AG, milik Yahudi) akan menjalankan kontrol atas fungsi-fungsi perbankan untuk propinsi Kosovo termasuk transfer keuangan dan transaksi luar negeri.
Dalam karakter yang sarna para komprador IMF di Indonesia tengah gencar-gencarnya menjual aset-aset publik yang selama ini berperan sebagai money-machine bagi Indonesia dengan harga obral-obralan, seperti BCA, Telkom, Semen Gresik, perkebunan kelapa sawit eksmilik Salim Grup, dan lain-lain kepada pihak asing. Para bidder domestik dalam proses tender itu tidak digubris. Tidak salah bila Prof.Chossudovsky memasukkan Indonesia ke dalam kategori “teritori” dari kekuatan keuangan Zionisme.
Sumber:(http://kontrovesidunia.blogspot.com/2012/02/konspirasi-imf-atas-pembentukan-new.html)

Sejarah freemason, freemasons, freemasonry

Sejarah freemason, freemasons, freemasonry, markas, kuil, kumpulan, komunitas, tokoh, konspirasi.
The New World Order adalah Sebuah frase yang membuat orang segera teringat dengan sebuah perkumpulan rahasia yang paling ternama di dunia, yaitu freemasonry.
Bagi penganut teori Konspirasi, freemasonry adalah “The Shadow” atau “Invisible Hand” yang secara diam-diam mengendalikan pemerintahan-pemerintahan dunia, sistem keuangan dan bahkan arus informasi. Tujuan utama mereka adalah menciptakan sebuah tatanan dunia baru yang dikendalikan sepenuhnya oleh para mason.
Freemasonry berbeda dengan Iluminati. Kali ini saya hanya akan bercerita mengenai freemasonry. Sejarah Freemasonry Kuno
Saya mulai dari arti kata freemasonry. Secara sederhana freemasonry berarti kumpulan para tukang batu.
Lalu mungkin engkau berkata : “hei..hei, kita sedang berbicara mengenai organisasi super rahasia yang mengendalikan dunia, kok kamu malah bicara soal sekumpulan tukang batu ?”
Sabar…saya akan masuk kesana sebentar lagi.
Begini, para tukang batu ini bukan sekedar tukang batu yang mengangkat palu dan memecahkan batu-batu besar. mereka adalah ahli bangunan. Keahlian mereka begitu luar biasa sehingga mereka mendapat tugas membangun katedral-katedral di seluruh Eropa. Sebagai imbalan atas tugas ini, mereka mendapat reward dari para raja Eropa berupa fasilitas kemewahan dan pembebasan pajak.
Dengan segera para tukang batu ini membentuk serikat-serikat eksklusif yang disebut dengan Lodge dan tersebar di seluruh Eropa.

Serikat ini sedemikian ekslusifnya sehingga mereka memberikan tanda rahasia dan password kepada para anggotanya. Jadi apabila mereka berkeliling ke seluruh Eropa untuk bekerja, mereka dapat memberikan bukti kepada serikat tukang batu setempat bahwa mereka benar-benar anggota serikat. Sampai hari ini, kode-kode rahasia ini masih digunakan dalam praktek organisasi ini.
Sebenarnya, tidak ada catatan resmi yang bisa menegaskan asal mula freemasonry, atau kadang disebut freemason saja. Sejarahnya ditulis oleh berbagai orang dengan berbagai teori yang berbeda juga. Jadi mungkin kita tidak akan pernah mengetahui secara pasti sejarah freemasonry kuno.
Namun pada dokumen yang berasal dari tahun 1390 yang disebut The Halliwell Manuscript, ditemukan tulisan-tulisan yang mirip dengan prinsip-prinsip freemason modern. Ini mengindikasikan bahwa organisasi ini memiliki akar sejak ratusan tahun yang lampau.
Bahkan menurut para pemimpinnya, sejarah freemason telah bermula dari sejak zaman raja Salomo, walaupun teori ini tidak memiliki dasar yang kuat.
Sejarah Freemasonry Modern
Nah, Pada tanggal 24 Juni 1717, empat lodge diantara sekian banyak lodge yang tersebar di Eropa berkumpul di London dan kemudian sepakat membentuk satu Lodge besar yang disebut The Grand Lodge of England. Tak lama setelah pendiriannya, The Grand Lodge of England menjadi Lodge yang paling berpengaruh di Eropa.
Pendirian Grand Lodge ini dianggap sebagai sejarah freemasonry modern.
Dalam prosesnya, Grand Lodge of England mendapat tandingan dari sebuah Grand Lodge baru yang didirikan belakangan. Perpecahan ini berlangsung hingga 62 tahun. Pada tanggal 27 Desember 1813, setelah melewati beberapa kompromi, kedua lodge besar ini memutuskan untuk menggabungkan diri.
Lodge gabungan yang baru ini bernama The United Grand Lodge of England (UGLE). Dan sejak itu freemasonry mulai menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika.
Level Kepangkatan Freemasonry
Freemasonry sebenarnya termasuk sebuah organisasi dengan sistem kepangkatan yang rumit. Hal ini dikarenakan pengajaran dan filosofinya diungkapkan secara bertahap lewat beberapa organisasi yang dibentuk belakangan. Namun untuk mempermudahnya, saya akan menceritakan garis besarnya saja.
Freemasonry memiliki tiga level di dalam kepangkatannya yang disebut blue degrees yaitu :
1. Entered Apprentice
2. Fellow Craft
3. Master Mason.
Secara teknis, boleh dibilang tidak ada pangkat yang lebih tinggi dibanding Master Mason.
Namun, apabila seseorang telah menjadi Master Mason, ia boleh mendapatkan pengajaran tambahan untuk mengenal ritual freemasonry yang lebih dalam lewat dua organisasi yang dibentuk belakangan yaitu The Scottish Rite dan The York Rite.
The Scottish Rite memiliki pangkat level 4 (Master traveller) hingga level 33 (Sovereign Grand Inspector General). Sedangkan The York Rite memiliki sistem kepangkatan yang lebih rumit. Namun yang paling terkenal adalah pangkat tertingginya, yaitu The Order of the Knight Templars atau biasa disebut Knight Templar saja.
Freemasonry dan Knight Templar
Lalu apa hubungannya Knight templar dengan freemasonry ?
Knight Templar adalah pasukan perang salib yang terbentuk pada abad ke-12. Menurut legenda, Ketika Knight Templar telah menyelesaikan perang salib yang berlangsung selama 200 tahun, mereka kemudian dikejar dan dianiaya oleh raja-raja Eropa dengan tuduhan melakukan praktek sihir. Pada saat itu, Knight Templar telah menjadi sebuah organisasi besar dengan kekayaan yang luar biasa.
Di dalam masa aniaya itu, Knight Templar disebut mendapat perlindungan dari kelompok persaudaraan freemasonry kuno sehingga para mason dipercayakan rahasia penyimpanan harta karun Templar. Legenda ini diceritakan dalam film “National Treasures” yang mungkin sudah pernah anda tonton. Namun entah benar atau tidak, legenda ini tidak memiliki dasar bukti yang valid.
Lambang Freemasonry
Seperti organisasi pada umumnya, freemasonry juga memiliki lambang. Lambangnya yang paling terkenal adalah sebuah jangka dan penggaris busur dengan huruf G ditengahnya.
Namun anehnya, mereka tidak memiliki interpretasi resmi terhadap arti simbol ini. Jadi interpretasinya seringkali hanya diberikan oleh para individu dengan pandangan dan pemikiran masing-masing. Misalnya, Huruf G di tengah lambang itu. Di beberapa lodge, huruf G itu diterima sebagai kependekan dari “God”. Di tempat lain “Goodness”. Tapi mungkin yang paling populer adalah “Geometry”, sebuah dasar matematika yang melahirkan legenda freemason.
Di beberapa negara seperti Inggris, huruf G tersebut telah dihilangkan dari lambang freemason setempat.
Menurut Albert Pike, pendiri The Scottish Rite dalam bukunya “Morals and Dogma” yang juga dianggap sebagai “kitab sucinya” freemason, lambang jangka berarti “Ketuhanan yang Kreatif”, sedangkan penggaris busur adalah “Bumi produktif alam semesta”
Entah apa maksudnya. Tapi kedengarannya sangat New Age.
Selain lambang tersebut, lambang lain yang sering dihubungkan dengan freemason adalah lambang piramida dengan sebuah mata di puncaknya. Lambang ini disebut “all seeing eye”.
Menurut Fredrick Goodman, mata yang melihat di puncak piramida itu memainkan peranan sangat penting dalam dunia okultis. Asal lambang tersebut adalah “The Eye of Horus” dari zaman Mesir purba. Sedangkan lambang piramida diambil karena freemason menganggap piramida sebagai lambang penyatuan semua agama. Menurut Foster Bailey, seorang mason level 33, “Simbol piramida, yang bisa ditemukan di Mesir dan Amerika Selatan menjadi saksi bahwa misteri zaman purba memiliki keterkaitan dengan pekerjaan para Mason pada zaman ini.”
Disinilah sebagian orang mulai mencium bau konspirasi. Simbol ini ternyata terdapat pada uang kertas Dolar Amerika.
Tidak heran, karena pendiri negara Amerika kebanyakan adalah anggota freemason. Bahkan tata letak kota Washington DC disebut didesain oleh para Mason.
Kebetulankah ? Kerahasiaan Freemasonry
Namanya juga perkumpulan rahasia. Sejak awal Freemasonry dipenuhi oleh bayang-bayang kerahasiaan.
Kerahasiaan ini juga diimplementasikan dalam hubungan antar mason. Ada logo-logo rahasia, ada cincin khas mason dan bahkan mereka menciptakan metode rahasia bersalaman khas Mason. Kerahasiaan ini juga tercermin dalam perekrutan anggota baru. Ketika seorang anggota baru masuk, ia tidak akan diberitahu mengenai arti simbol-simbol dan upacara Masonry. Mereka hanya akan menerima pengertian penuh mengenai makna ritual freemason ketika mereka naik ke level tingkatan yang lebih tinggi.
Ketika para mason telah naik ke level tinggi dan telah mengetahui makna simbol dan upacara, mereka diwajibkan untuk merahasiakannya dari orang lain. Kalau tidak, ada hukuman yang menanti. Karena itu menurut Albert Pike, para Mason adalah “anak-anak cahaya” karena mengetahui makna simbol tersebut. Orang lain yang tidak mengetahuinya adalah anak-anak kegelapan.
Menurut beberapa mantan anggota freemason, seorang kandidat awal yang berniat menjadi anggota akan ditahbiskan lewat upacara yang mistis.
Pertama, sang kandidat harus menanggalkan semua pakaiannya sehingga hanya mengenakan pakaian dalam. Lalu matanya ditutup dengan kain. Proses ini disebut dengan hoodwinked yang berarti ditempatkan dalam “kegelapan spiritual dari dunia yang kotor”, entah apa juga maksudnya.
Kemudian sebuah tali dilingkarkan ke lehernya yang melambangkan perbudakan. Lalu kandidat tersebut disuruh berdiri di sebuah sudut dan ditantang untuk merajah dadanya sendiri dengan sebuah jangka. Setelah itu, ia harus mengucapkan sumpah rahasia perkumpulan.
Bahkan menurut mantan freemason Ed Decker, para mason level tinggi biasa meminum anggur lewat cawan yang terbuat dari tengkorak kepala manusia.
Hmm. memang mistis.
Markas Freemason
Walaupun perkumpulan ini telah tersebar dimana-mana, namun boleh dibilang freemason tidak memiliki markas resmi yang utama. Jadi saya pasti tidak bisa menunjukkannya kepada anda.
Tapi saya bisa menunjukkan kepada anda markas The Scottish Rite yurisdiksi selatan di Amerika. Letaknya di Washington DC di gedung yang bernama The House of Temple. Markas ini adalah markas freemason yang paling terkenal di dunia.
Foto dibawah ini menunjukkan altar freemason di House of Temple. Altar kosong ini menjadi saksi bisu atas terbentuknya legenda freemason yang misterius.
Konspirasi Freemasonry
Apabila berbicara mengenai perkumpulan rahasia, atau bahasa kerennya, secret societies, maka mau tidak mau kita harus menghubungkannya dengan Teori Konspirasi. Apalagi jika kita berbicara mengenai freemason. Menurut para penganut teori konspirasi, Freemasonry memiliki tujuan terselubung, yaitu untuk mengontrol pemerintahan, agama dan ekonomi dunia.
Pada level internasional, Freemason dipercaya sedang berusaha mendorong terciptanya “Suatu tata pemerintahan dunia yang baru”, suatu pemerintahan dunia yang universal di bawah kendali doktrin dan agama freemasonry.
Teori konspirasi ini pada mulanya berkembang pada tahun 1792 yang dihembuskan oleh beberapa penulis di Perancis dan Skotlandia.
Namun walaupun hanya teori, sepertinya ada benarnya juga. Pada bulan September 1950, dalam sebuah terbitan majalah New Age, Mason level 33 bernama William Smith menulis :
“Maksud Tuhan adalah untuk menggabungkan semua ras, agama dan kredo. Rencana ini didedikasikan untuk menciptakan sebuah tatanan baru bagi segala sesuatu, untuk membuat sebuah “bangsa yang baru, ras yang baru, peradaban yang baru dan agama yang baru, yaitu agama yang tidak sektarian dan yang telah lama ada, yang sering disebut “Cahaya besar”. Melihat ke belakang, maka kita dapat melihat tangan yang membimbing bangsa Nordic bekerja untuk menciptakan sebuah tatanan dunia yang baru – Novus ordo Seclorum.”
Novus ordo seclorum yang berarti New Order of the Ages (bukan New World Order) ini dapat ditemukan pada uang kertas dolar Amerika Serikat. Franklin Delano Roosevelt, presiden Amerika yang juga seorang mason level 33 telah menaruh kalimat ini dalam mata uang dolar Amerika. Ini menunjukkan bahwa freemason telah menaruh sidik Jarinya di sistem keuangan Amerika. Bahkan sebagian beranggapan bahwa rancangan tata kota di Washington DC pun memiliki tanda tangan Freemason.
Morgan Affair – Hukuman bagi pengkhianat
Tujuan-tujuan terselubung freemason disembunyikan dengan sangat rahasia sehingga setiap anggota yang membocorkan rahasia ini akan diberi hukuman. Dalam sejarah, paling sedikit ada 15 mantan anggota freemason terbunuh secara misterius setelah mereka berniat membongkar rahasia persaudaraan itu. Korban yang paling terkenal adalah William Morgan.
Kisah Morgan pertama kali diangkat oleh Charles Finney, seorang mantan mason yang beralih menjadi pendeta. Menurut Finney, Morgan berniat mencetak sebuah buku berjudul “Illustrations of Masonry” yang mengungkap rahasia tiga level pertama freemason.
Dalam buku itu disebut bahwa Level teratas dalam piramida Mason adalah penyembahan terhadap Lucifer, sesuatu yang boleh dibilang tidak pernah diketahui oleh publik. Namun belum sempat buku itu diterbitkan, pada tanggal 11 September 1826, Morgan diculik dan dibunuh dengan ditenggelamkan oleh 3 orang mason.
Peristiwa yang sering disebut “Morgan Affair” ini telah menimbulkan gerakan anti freemason dimana-mana.
Anggota-anggota ternama
Selama berabad-abad, Freemason berevolusi menjadi kelompok persuadaraan dengan anggota-anggota yang memiliki pengaruh dan kekuasaan. Mungkin inilah sebabnya teori konspirasi tumbuh dengan subur.
14 dari 44 presiden Amerika adalah Mason termasuk George Washington, Andrew Jackson, Franklin D Roosevelt, dan Harry S Truman.
Namun patut dicatat juga bahwa paling tidak 5 presiden Amerika menyatakan diri sebagai anti Mason.
Selain itu, 18 Wakil presiden Amerika juga adalah mason. Termasuk 9 dari 56 penandatangan deklarasi kemerdekaan Amerika, 18 Senator, 76 anggota DPR dan 35 hakim agung.
“Saat ini paling sedikit sekitar sepertiga dari presiden Amerika adalah anggota persaudaraan, jadi merupakan sebuah tradisi substansial bagi para politisi untuk terlibat di dalam freemasonry.” Kata salah seorang mason.
Di Inggris, Sebagian raja, ratu dan perdana menterinya adalah Mason, termasuk Winston Churchill dan pangeran Philip.
Lihat foto di bawah ini :
Pria kurus ini adalah pangeran Edward dari Inggris. Ia adalah seorang bangsawan yang mendapat gelar Duke of Kent. Tapi selain gelar itu, ia juga dikenal sebagai Grand Master dari United Grand Lodge of England yang juga merupakan pimpinan seluruh Lodge di Wales dan Inggris. Dalam foto di atas juga terlihat ia bersalaman dengan metode khas Mason.
Dalam bidang ekonomi, keluarga-keluarga super kaya yang menguasai dunia diketahui sebagai Mason, termasuk Rockefeller, Chrysler, Hilton, JC Penney dan bahkan kolonel Sanders.
Dalam bidang musik, Beethoven, Hendel, Mozart dan Haydn.
Dalam Sastra, Shakespeare, Voltaire, Rudyard Kipling, Tolstoy dan Sir Arthur Conan Doyle.
Dan tentu saja, tidak mengherankan kalau arsitek patung liberty, menara Eifel, gedung putih dan Mt Rushmore adalah juga anggota freemason.
Pantas, freemason begitu terkenal. Para anggota mereka berasal dari semua kalangan yang nama-namanya bahkan tertulis di buku sejarah kita.
Freemasonry – Sekarang
Saat ini cabang Freemasonry tersebar di 164 negara dengan 5 juta anggota dimana 3 juta diantaranya ada di Amerika Serikat. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sekitar 33.700 Lodges dimana 15.300 lodges ada di Amerika.
Namun sepertinya apa yang disebut sebagai perkumpulan rahasia sudah tidak terlalu rahasia lagi. Apabila kita mencari di Internet, kita bisa menemukan website resmi Freemason disana.
Lihat ! Bahkan mereka sempat berpose untuk Life Magazine seperti sekelompok mahasiswa yang baru diwisuda. Tapi dasar mason, bahkan dalam pose tersebut, masih sempat-sempatnya mereka membentuk formasi piramida.
Penutup
Jadi, perkumpulan macam apakah freemason itu sebenarnya ?
Itu sangat tergantung apakah kalian penganut teori konspirasi atau bukan. Mungkin kalian merasa tulisan ini kurang lengkap. Namun, namanya juga perkumpulan rahasia , tentu saja tidak boleh diungkapkan lebih jauh lagi. Jadi saya berhenti disini.
Sumber:(kontrovesidunia.blogspot.com)

Sabtu, 18 Februari 2012

Pentagon

Independent Investigation Into Pentagon Attack Yields Alarming Information
'A three year independent investigation into the September 11, 2001 attack on the Pentagon has yielded new eyewitness evidence which, according to the Southern California-based researchers who conducted the investigation, "conclusively (and unfortunately) establishes as a historical fact that the violence which took place in Arlington that day was not the result of a surprise attack by suicide hijackers, but rather a military black operation involving a carefully planned and skillfully executed deception."

They have compiled the most pertinent testimony into an 81 minute video presentation entitled National Security Alert, which has earned the respect and praise of a growing number of distinguished academics, journalists, writers, entertainers, pilots, and military personnel.'




Some Good Documentaries that discuss the Pentagon

Jesse Ventura Conspiracy Theory - 9/11 pentagon

In Plane Sight - Sept 11 - 911 Conspiracy Documentary






Analysis of The Pentagon Crash?



The following Analysis is primarily focused on the outside of the Pentagon. When one takes this evidence alone it is very conclusive that a AA 757 did not hit the Pentagon.
A CNN Reporter at the scene states that there is no evidence that a 757 hit the Pentagon. Watch this video clip:
CNN: 'No evidence of a plane crashing anywhere near the Pentagon'



Source of Global Hawk AA Picture unkown
I have found a good picture of the landing Gear on the Global Hawk and it's wheel rims do not match the wheel rims of a 757. The wheel rim found in the wreckage more closely resembles one found on a 757 however not exact. What is important is that it does resemble the design of a Global Hawk as well and may be a slightly different design for a variation of the Hawk. Further how is it that this wheel rim survived the wreckage when very little else of the supposid 757 did? It is also possible that the rim belongs to another crashed 757 I am only taking this photo on hearsay.
The simple fact that there are no wing marks on the Pentagon wall, the hole is too small for a 757 to fit through. Further the street light that was apparently knocked down by the Boeing 757 shows glass from the street lamp near by, thus a plane hitting it at 400 MPH whould have thrown the glass a very long distance as it would have shattered on impact. It is likely that the street light was blown just prior to the jet that shot a missile at the Pentagon flew in to make room for it in it's flight path. See the picture of the taxi on the road with the street lamp beside it bellow. However as always it is only speculation as again they will not release the videos of what happened and you should ask what is it that they are trying to hide? They certainly had no problems releasing footage of the WTC and Flight 93, although Flight 93 was shot down once the passengers got control of the plane, they found the engine 5 miles away from the crash site.


For those who are skeptical of the vast amount of evidence which shows that a 757 could not have hit the Pentagon, here is an interesting bit of info for you to look at before diving into this extensive Analysis. Here is a copy of the Public Works Digest for October/November of 2001, which has statements in it as follows:
page 6 where is the plane did anyone see it after it hit
page 7 doubtful of plane
page 8 all kinds of rumors truck bomb, helo bomb
page 9 bomb



FBI Claims 84 Videos Show NO Flight 77 Impact

High-Ranking Army Officer - Missile Hit Pentagon


Petition - Tell The President To Release The 9/11 Pentagon Footage Of The Plane


Let me know if there are any problems loading pictures
or inactive links. I know the server can be slow at times.
Rob


In honour of those who died at the Pentagon on September 11th.


What hit the Pentagon? A Boeing 757 loaded with passengers and fuel right? Well perhaps that has now become a serious question of debate. Over the past year I have been collect information on the crash and making an attempt to piece together what actually happened. Believe me it hasn't been easy and I still don't have all the answers. However as time goes on I learn more and get more view points to work with. Much of this speculation can be put to rest perhaps by having the FBI release a video the took from a Gas Station surveillance cameras shortly after the Pentagon was hit.

Here is a link to another article about the Gas Station being there.
Who was on Flight 77? According to the Flight Information there were No Arabs on it. That makes me wonder if Flight 77 actually existed at all? Please don't get me wrong here I mean absolutely no disrespect in bringing forward the names of the people on Flight 77. Here is the list of names that are unverified by myself. It is horrible to have to analyze the Pentagon crash when real people were killed and families must still miss them terribly but, there are a number of problems with the Official Story that do need to be brought to light. What pisses me off is there are no Government agencies anywhere in the world analyzing this information and bringing it forward to the public, nothing other than a few Members of Parliament or Government Whistle Blowers. It is disgusting!
Item one up for discussion are the obvious two pictures I have collect on the CAD models placed in front of the Pentagon as the models crash into the Pentagon.

We are talking about a 269,434 lb plane, hitting the pentagon wall at around 400 MPH.


Now that we have seen the plane lets look at the Pentagon 4 days before September 11th.


In this Image we can see an Ariel path marker in the grass. It is not easily seen on the ground but I am still looking for some ground pictures to back up this satellite picture. However it is a very compelling picture as the Masonic all seeing eye is visible here. The actual bottom part of the eye points at the impact point on the pentagon wall and in the approximate flight path that the object that hit the Pentagon took.
What does this mean, well in Illuminati Symbology terms it is like a calling card I would say. Further if what we are seeing here is real then it gives credibility to the fact that the so called Terrorists were Patsies and this Ariel marking pattern may have been used to mark the impact point from the air where the pilot or object was suppose to hit the Pentagon.
Those who do not know who and what the Illuminati are, I suggest that you download and watch David Icke's Lecture on the Illuminati.

For two years I have been searching for a picture that would confirm the Satalite image and today a nice fellow found one and sent it too me. I find it amazing how blurred out the pics were. You can see the path marker and the outline of the eye as well, if you look closely enough! See part of the problem was that they covered up the grass with dirt and stones so fast that there were so few pictures available of the Grass as shown bellow.

Here is one image of the lawn that shows some of the Ariel Path Marker.
The Approximate Flight Path:


Now this is important as we will see later there were some light poles knocked down and there is some discussion about the credibility aspects of the poles being knocked down. For now just realize that flight path matches the Ariel path marker, the All Seeing Eye embedded on the lawn.
Hollywood-like Fake Smoke Made 9/11
What is interesting about this article is that it shows evidence that the plane blew up just as it impacted the wall, indicating explosives were used to blow the plane. Further down I talk about the light poles which were supposidly knocked down by the jet, but it looks more like explosives were used to blow apart the bases of the light poles to create a path for the plane to travel too. The light poles would have destroyed the wings on any 757 Boeing Aircraft to my estimation.





Here we have an Apartment Building in Amsterdam taken out by a 600,000 lb 747.


Much Larger Hole don't you think?





Picture taken on Sep 15th

Puch Out Hole in Pentagon Wall
I was a bit confused at first as to if the Punchout Hole was created by the object striking the Pentagon Wall or if the Rescue workers did it, in order to gain access to the damaged areas. It would seem that based on the debris and the heat/smoke damage done to the top part of the hole and the debris that it was indeed caused by the object hitting the wall. It is speculated that this was where one of the engines came through or a missile impact.

The same hole but a more further
away picture of it. Much
more debris here now. Rescure workers found no evidence of plane debris in this area.

It seems like the hole is in line with the impact path and does support the fact that a missile may have hit the pentagon. However it would seem that this hole was actually done by a Backhole for the workers to gain access.
http://www.patriotresource.com/wtc/federal/0915/DoD.html

Mystery Aircraft in video taped in Pentagon Area when all flights were suppose to be down

Click Picture for a bigger enhanced view
Now what we see here is debris being pushed away from the hole. The steel columns near the impact are not pushed in but pushdd sideways, like what would happen if a bomb went off, not like what would happen if a plane hit it. You can see a hole big enough for the fuselage possibly on the left, However there hole the claimed hole it made is to the right, which clearly could not possibly fit the fuselage of a 757 through it. It is also important to note that there is no wing damage to the building at all. By all rights if the wings could take out Light Poles, beams shouldn't even be there, wouldn't you think? The smoke covers up the arching hole, so it is difficult to get a clear understanding of what the damage really is. It also makes me wonder if perhaps we are seeing 2 impact points, not one. The damage to right side of the picture looks like it could have been a explosion that occurred in the building, while to the left, that arching aspect looks like it may have been an impact point. Witnesses reported hearing 2 explosions. Based on the damage shown here, it appears that the a bomb did go off and there was a simultanious missile strike or a Global Hawk that impacted the building setting off the explosion perhaps of the bomb. Notice the columns are pushed sidways perpendicular to the building and not inward. The exposion photos all show the explosion occuring from inside outwards. The fuel on the 757 would be blown forward into the building and the majority of the explosion would have occured on the opposite side of the impact point. There is relatively little damage on the exit point and it resembles as shape charge that one would expect from a missile hit, not a fuel laden 757.

Take a look at this hole and notice that the I beams are gone, they are not there at all! Thus why then are the beems still there in the Pentagon Crash. The WTC was designed to take a hit from a 747 and yet the beams are gone! Thus it does support that a small aircraft or missile hit the Pentagon and not a AA 757.

Click picture for a closer view

Have a look at this business jet that hit a warehouse after skidding off a runway in New Jersey on Feburary 2, 2005. See that the wing has folded back, however that strong cinder block construction still got knocked out by the one wing that hit the building. Interesting that the same was not shown on the Pentagon. More examples of this will probably come in over time. Just note that wings damage walls, but not Pentagon walls, right? Also the plane is intact like, it didn't go poof! Hmmm...
Now take a look at this picture. Notice that the smoke to the right of the impact point is black versus the white smoke coming from the building. What is going on here? Now Crude oil when it burns gives off black smoke, so the question is what is burning over there to the right behind the fence that is giving off black smoke? Now I agree it just could be the lighting in the photo that makes it appear dark, but it is a separate fire. Because the Pentagon has a Helicopter Pad and is by a reason a heliport, it may also store fuel on that side of the pentagon. This may explain the contents being fuel stored behind the fenced area we see in this picture. If it was fuel, then the fireball we see from the security camera, might be actually the fuel exploding and not the plane. It is only a hypothesis at the moment, but just keep it in mind. As more information becomes available I or we can look into this further.
There also appears to be a line in the grass much like what we see in the Satellite photo up top, although it is still unclear that it is the same line, it is a line in the grass pointing at the impact site. Clearly the line in the grass points towards the crash site. It is one of the few pics that does show the line or rather All Seeing Eye.
This picture and the previous one show that something took out the fenced in area to some degree. The fenced area was probably damaged from the impact blast. The height of the stubs on the fence are lower than the spools of wire sitting on the lawn, so that doesn't support a wing impact at all. The spools shouldn't even be in this condition after a 757 hit the building. They would have been crushed. The hole in the pentagon is far to small for the fuselage of the plane to fit in so it is looking more and more like a missile hit than anything else.
I do find it interesting that with a 260,000 lb plane you don't see much of any aircraft debris, if at all. Another obvious question is, What are spools of heavy gauge wire doing on the west lawn of the Pentagon?
The Picture bellow even shows it more clearly that although some of the space has been blown out, the pylons remaining with stood the force of a 269,434 lb plane doing about 400 MPH, ploughing into it?


Now for the aftermath pic. If the plane did hit the Pentagon on an angle, why is it then that the damage done is not consistent with that angle? The Pentagon wall just collapsed straight down onto itself, but there is no angular damage is there?




Examining the Possibility of Planted Evidence (Like that never happens right?)
It was reported that both black boxes were recovered from the Pentagon Crash. Okay then, where is it? Surely a picture of it would be nice as they seem to want to show the public and with all the media around shouldn't be a problem right? Well perhaps they lied... I know hard to believe as it may sound, perhaps they lied. Here is the news article about the recovery of the black box.
Further I find it hard to believe that a black box would survive when there is apparently nothing of the plane that did...
Lets take a walk through to the crash site. Click on the link bellow to load a video taken on September 11th at the Pentagon. Watch for debris. You will see a piece of debris in the video that looks like a piece of landing gear. However the gear itself is not burnt, twisted or damaged in any way. Odd don't you think? The wheel is still inflated and not burnt off. I was shown a picture that alleged wheel in the picture was indeed a welders cart, which holds tanks. It could very well be, but the placement of it and to the casual observer it would register I believe as landing gear wreckage. Intentional or not, that's how I looked at it when I first saw it.
Video Showing the Collapsed Building and Possible Landing Gear
A Smoking Gun:
You can clearly see from this video that there was never a huge gapping hole created in the Pentagon wall. The hole is only one story high, first floor and all the other floors collapsed down on top of it. There is no way a Boeing 757 could ever have gone through there. This leaves us with two questions:

What did hit the pentagon and the other relates to who was involved in 9/11 that created this massive lie? It is easy to point fingers at the administration as they most certainly are suspects in my mind, however they couldn't do it alone. How many others were involved in this cover-up and treason?

Side Note:
Here is the comparison of the welders cart to the landing gear. Again similar to the landing gear in this fuzzy picture. I originally took this pic as being a possibly the part of the landing gear but later found out it was a welders cart. If the picture was higher resolution I may have realized it earlier. So lets continue...

A rim alledgely photographed inside the Pentagon. It does not match any rim found on the Global Hawk, but does resemble a 757 rim fairly closely but not 100%. The Color is not silvery and there is a missing indent that circles the rim near the outer edge that is missing. It may have been torn off. Until I can verify the origin of the picture I can only speculate. It could be a rim off of Flight 93 which was also a 757. Conisdering the nature of doctored pictures and cover up of video evidence, it is difficult to believe what pictures are real and what ones are manufactured. If you recognized this wheel on as being on other aircraft please email me and let me know or even better send me a picture of the aircraft and the related wheel rim. The inner design of rim holes are similar to both the Global Hawk and the 757 I would also note.

Close up of the wheel on the Global Hawk. You can clearly see the rear wheels do not match, however the front wheel may, but the picture isn't quite clear enough to see for sure.

This is pictuer makes it obvious that the front and rear landing rims do of the Global Hawk do not match the wheel found in the Pentagon Wreckage.


Here we have what I am told is a picture of the rear landing gear of an American Airlines Boeing 757 up close. The problem is that although this is being toughted as being the same wheel as that of one found in the wreckage, there are some problems with it. The color is wrong to begin with, should be silvery in color and there is a missing indent that circles the rim. The angle of the inner structure is also differnt and comparing the wheel found in the wreckage to the front Gear of the Global Hawk it is a possible match with the Global Hawk, just need a better picture to confirm this.

Compare the landing gear with a 757. The wheel in the wreckage doesn't look at all like the one found on the 757 and does look a lot closer to the wheel found on the Global Hawk.
To further this Global Hawk angle lets look at this engine part found in the wreckage

The Global Hawk has one engine and it is very quiet. Look at the size of the engine on the 757 in the picture just before this one and compare that to the size of the engine of the Global Hawk. Which plane do you think this part would more likely come from? It seems too big to be part of a cruise missile but would seem better fit again on the Global Hawk.
Missing Pentagon Jet Engine Identifhed? - A 727 JT8D

It would seem that Jon Carlson feels that the landing gear photographed in the wreckage matches that of a Boeing 737. I am not sure if I have seen the pictures on a FEMA site or not, but the debris seems consistent with the Pentagon site. Take a look at the article and pictures.
For further analysis of the engine parts go here

Pentagon Survivor Claims it was a 737 that hit the Pentagon



Here we have another piece of wreckage. The color seems to be a lighter blue than that used by American Airlines. However the piece is also too small to correspond with the lettering on the 757 paint job according to other analysis work done on this web page. Just scroll down a ways to see it.


Clearly the blue part of the color is wrong and it supports the theory that something made to look like an American Airlines 757 is what actually hit the Pentagon. Also the granularity of the paint is different the AA 757 has a more metallic look to it.

A model of the Painted Missile created by a French Artist. Click the Picture for the video.
No one Keeps a secret in this Country, No one...
Mike Walter - A USA Today Reporter - An apparent Witness to Pentagon Crash?










Downed Light Poles:
Pole 1
The thing I find so interesting about this picture is the glass on the pavement in proximity of the pole. A jet going roughly 400 MPH hitting the pole and the glass from the light lands near where the pole is. The glass should have shattered the instant the plane hit the pole and land in a totally different area. This pole looks like it was just tossed into this position. What is also interesting in all the pole pictures is that the poles seem to have snapped off at the base. The mid section of the pole isn't even bent or dented, which is where the maximum stress would be as the pole bends.
Pole 1
Pole 1
Pole 3
Pole 4
Pole 4
Pole 5



Normal Base of a the Light Poles.

It appears that some of the light poles were ripped completely out, base and all.
Safe Breakaway Light Poles:
http://www.transpo.com/Transpo_Sheets_PDF/Pole_safe.pdf
Pole 1 may have been a Breakaway type light pole, but the other 3 poles we have pictures of don't appear to have this kind of technology designed into the them.
Note there is no pic I can find of Pole 2. So for now we will analyze these pictures.
  • In all the pictures I saw of these down poles I did not see any pictures of the where they poles were ripped out or broken. Another explanation of why the poles were knocked down is that C4 explosives could have been used to take out the poles. If you notice the pictures the clean cuts. It may be difficult to prove, but it is an idea that may have creedance. I need to investigate this area of thought further.
  • Witnesses claim that the poles were taken down by the wings of the 757. In every case where a pole was hit no aircraft metal or objects seemed to have come off where the poles were.
  • A piece of Airplane Debris Found by a downed lamp post. Yup it's a real smoking gun right? Well please explaining where on the American Airlines Boeing 757 wing is there paint that is white? There is some white on the nose cone and on the upper sides of the plane. Now the Global Hawk however does have some versions that are painted white. To further this if this is all that was found after hitting 5 poles I am truly amazed! I don't believe that this would be off any plane that hit 5 poles as I discuss bellow.
  • Considering the sheer strength of the poles I find it hard to imagine that wing wasn't severely damaged. The other thing about the light poles is that the plane was traveling very fast, about 400 MPH. If the plane hit the poles going that speed the poles wouldn't be close the road or on the road, rather they would be thrown a long way from the road, providing they didn't sheer the wings off.
  • If you examine the area where the poles are lying down you will not see any damage to the grass and the one on the road the glass is
Considering the sheer strength of the poles I find it hard to imagine that wing wasn't severely damaged. The other thing about the light poles is that the plane was traveling very fast, about 400 MPH. If the plane hit the poles going that speed the poles wouldn't be close the road or on the road, rather they would be thrown a long way from the road, providing they didn't sheer the wings off. Hence we are talking about 5 poles here not one!

Here is what a wooden pole does to a car:

Photo: Gian Luiso
To further this example, think about all the radio towers perched up on all the buildings and around town. They all have aircraft warning lights on them right? What would happen to a plane if it hit just one of those towers, not least to say Five!
Bottom line is we have all seen accident pictures of cars crashing into light poles and know the kind of damage that can be done to car. So what about an airplane wing? The Plane would be a fireball before it even hit the pentagon and probably would have crashed into the lawn first as it would be pulled down by hitting the poles and rupturing fuel tanks in the wings. The Light Poles are planted and a detraction. With a little Photoshop Pro work anything can be manufactured wouldn't you say? However if the poles were down I suspect they wouldn't have been brought down by Flight 77.
A Boeing 757 can carry up to 11,489 Gallons of Fuel. Tanks are located in the under-belly and sometimes in the wings. The fire was limited to outer section and roof areas. The section of the Pentagon hit was only 5 days from completion of some very heavy fortified renovations. Heavy steel beams etc put into the building. Interesting that they were only 5 days away from the renovations when they got hit don't you think? It was interesting how all the fuel spewed out the World Trade Center but nothing spewed out of the Pentagon into the other sections. Odd thing, however if you check on the WTC page you will see that a 767 was fitted with some kind of fuel bomb to increase the drama I guess. The Fuel still burns at around 875 degrees and steel melts at 2800 degrees.
One final point about the poles. The so called terrorists had only about 10 hours simulator flight time a little bit of actual Cessna training and probably some played around with a flight simulator on a home computer from what I have heard on documentaries. The It is odd don't you think that the plan would swing around and hit the side of the Pentagon where the aerial marker was in the lawn. Also to steer a plane perfectly through 5 lamp poles just skimming the ground is pretty tough for a real pilot let alone armatures under a great deal of stress and chaos. There is no way in my mind that they could have flown the course they did and the course they did fly makes no logical sense. When you are determined to hit something like the pentagon, you don't aim for a particular wall you come in from above and you dive at it. To hit the pentagon the way they did is way beyond their skills and abilities. It is so much easier to just dive in at the Pentagon then to be slamming into Light Poles etc. With the total lack of airplane wreckage, bodies and luggage etc. it makes no sense that a 757 hit the Pentagon at all. There are a number of other supporting websites and theories that support this argument. Just a comment for now. I'll keep working on it.
Just as a side note, put yourself in the terrorists shoes for a moment. If you had a choice of hitting the Pentagon or the west wing of the White House, which target would you pick? I'll leave it at that.
It is still difficult to explain away why the Pentagon wall did not have any marks on it in terms of wing impact. The limestone would surely have been damaged by the wings. The block used to smash the F4 was designed to resist the impact of the F4, but I don't think the Pentagon wall was designed to take a hit by a Boeing 757, even with the upgrades that they were just completing, proof of that is the hole and damage created by the aircraft that hit the Pentagon, the block that stopped the F4 has no hole in it. I'll Leave this one for you to decide.


Video 1 of the F4 hitting the wall
Video 2 of the F4 hitting the wall Just a side note concerning Sandia the company that did these F4 tests. There are accusations that this company does illegeal and unethical work. Here is an article written by J. Orlin Grabbe, How Secure is America's Nuclear Arsenal? This Article should cause you great concern as it shows how the US Nuclear Weapons and Plants have wide open access for private interests not just than Govenment or military to have access to them.

In the second video you can clearly see debris being blown back away from the wall. The F4 was completely shattered but parts were blown off and the wings stayed intact. The other factor is the F4 was just about out of fuel as it hit the wall. A missile or a plane would have additional energy in the fuel and/or payload it carried with it.
Considering that the damage to the building pushes the steel columns to the side and not in is very odd. You think that if a wing could take out a light pole a simple steel column would be Swiss cheese as well? Again it would seem odd that the building would collapse the way it did based on fire alone. Steel melts at 2800 degrees and the fuel from an aircraft burns at around 875 degrees. The other thing that is very odd is that you can see lots and lots of building debris, but I have yet to find one picture that shows any aircraft debris inside the building at all!


  
What hit the Pentagon? A Global Hawk Drone, Cruise Missile or a drone made to look like a AA 757?

Something slammed into the Pentagon, but it wasn't a 757. Rumsfeld stated it was a Missile that hit the building during a slip of the ol'tounge. Take a look a this analysis on the missile theory...
Here is a video of the Pentagon Collapsing
What I find interesting about the collapse is that it didn't collapse in a free fall like we saw at the World Trade Center Demolition. The other thing I found interesting was that the fire fighters were not hosing it down during this particular period, why? Perhaps they wanted it to collapse? If there was a chance that someone was still alive but hurt in the upper floors wouldn't you want to rescue them?

The gif video shows the plane impacting the Pentagon. The only problem with this video footage is that it has been altered and can not be fully trusted. The other odd thing I find about this is that the explosion flame has two colors. It almost looks like in the first part of the explosion like it was pasted into the picture or it is the real explosion. The first part of the explosion on the Pentagon wall is most likely a high explosive fast burning fuel, meaning explosive device of some sort. There was a report about steel oil drums placed near the construction area, but of course I have no way of proving that.

A Tomahawk Cruise Missile Explosion against a wall.
The fireball is very similar in color although the size is smaller in this video. Here is a picture which shows the fireball after a little more time is allowed to transpire.


For more Pictures, Video and Information on Cruise Missiles Go Here


Take note of the time posted in the white area. Why does it say Sep. 12, 2001, 17:37:19
When we all know the plane hit on the morning of September 11th? Further take note difference in the shadow angle of the building versus the shadow angle of the Light Box casting it's shadow on the ground in the fore view.


Since when do shadows look like this?


Take notice of the white smoke vapour trail behind the plane
Here you can still see the white smoke vapour trail:
My point is that Cruise Missiles make vapour trails like this, but not always. Another explanation could be that an engine was damaged if and when it hit the light poles. Land and sea based cruise missiles have a solid rocket propellant that gives off white smoke like this, the Space Shuttle is a good example of that. So it opens a possibility that perhaps whatever did hit the Pentagon may have had a missile launched or active as hit or the object itself was a missile. The first part of the explosion could be the remaining solid rocket propellant or an actual explosive. The fact that there is an absence of black smoke which comes from a jet fuel fire at this point is more evidence that the plane was not on fire prior to hitting the Pentagon wall. Also take note that vapour trail is nearly on the ground, the plane should be skidding on the ground at this point.
The other notable aspect to the explosion is that it look very similar to a fuel air bomb. Perhaps the vapour trail is a fuel mixture being dispersed prior to detonation? It is highly suspect that fuel air bombs were used on the WTC Towers. Perhaps this is a duplication of that here.


Slide 3

Slide 4

Slide 5
There is some object flying up over the roof but I can't make it out.

Click for larger view
Perhaps this image of a small military aircraft would fit these doctored pictures.
Here is a link that goes into this avenue of thought much deeper, one of which based on the level of damage done to the Pentagon, is the most realistic.
http://www.fas.org/man/dod-101/sys/ac/s-3.htm


In terms of an A3 and Missle hitting the Pentagon there seems to be a large body of evidence now supporting this. Jon Carlson has done some externsive work on this aspect. I am providing links here to his Analysis.

EXCLUSIVE 9/11 Pentagon A3 Skywarrior Wreckage Photos
A CLOSE LOOK: The 9/11 Pentagon TARGET WALL
CNN, Pentagon Videos Expose 9/11 White Jet & Helicopter
FBI Hides 911 Pentagon Hoax A3 Skywarrior Fuselage, Engine, & 9/11 Truth

Now for some mathematical Analysis of the Flight Speed:
Taken from here: Math Analysis of the flight speed of the object that hit the Pentagon


Date: 3/15/02 9:44:49 AM Pacific Standard Time
I've completed a more accurate and detailed analysis of the photographs. My initial estimate was that the tail of the plane was 465' from the impact point. Upon further examination it appears it could have been closer to 450' from the impact point, based on the following photo analysis.
The Pentagon measures 921.6 feet along each external face, half of this distance, marked on the diagram between the central corridor and the upper-left corner of the Pentagon (cyan) is 460.8' Take this base measurement as a scale and measure the distance from the rear of the plane in the photo (red dot), along the approximate path of the jet (dark-green line) to the impact point. The distance the tail traveled between frames (heavy red line) is approx. 450', which is just short of the originally estimated 465' or 3 lengths of a 757, which is 155'.
So, 450 feet traveled in 1/30th of a second = 13500 feet/sec. = 2.55 miles/sec. = 153.4 miles/min. = 9204.54 mph = 7997 kts. = Mach 12.11
Even if you alter the path of the jet to a direct (90 degree) impact trajectory, (which introduces other unexplainable issues such as intact light-posts and trees, clearing the embankment, not to mention those anomalous hydro spools) you still end up with a final velocity exceeding Mach 6!


Comments:
These crash photos shown here clearly have been doctored and don't even match the physics of what happened. So where is the real video? It leaves many questions. I would think that some missiles could go Mach 6 in speed, so is this a missile? It is a real puzzle. It is a puzzle only if you take account that what you are indeed seeing is a missile not a plane. The Plane could not possibly fit behind the box presented in the Photo when it is scaled out and the vapour trail would not be white smoke. The vapour trail would be several yards back from the engine, not on the plane as the ice crystals need to form. However the ground temperatures that morning were quite warm as it was summer. Nice Clear sky yet no one saw this, no video captured this?
The Sound Whoosh:
"'I was right underneath the plane,' said Kirk Milburn, a construction supervisor for Atlantis Co., who was on the Arlington National Cemetery exit of Interstate 395 when he said he saw the plane heading for the Pentagon. I heard a plane. I saw it. I saw debris flying. I guess it was hitting light poles, said Milburn. 'It was like a WHOOSH WHOOSH then there was fire and smoke, then I heard a second explosion.'" (Washington Post)
At least this statement is consistent with what we might expect if the plane hit the light poles. As I was saying earlier if the plane did hit the light poles it would do serious damage to the wing sections affected and would be a fire for sure. Some 757 have tanks in their wings and some don't. I suspect that this plane didn't have tanks or it would have been a fireball for sure. But the double whoosh sound is interesting in that it corresponds to some kind of an explosion perhaps before the plane hit the Pentagon. The witness statement above states that he didn't see the plane hit the light poles, just that there was debris flying. I'll keep digging. Anyway have a listen to this.
Listen to this Missile Sound File.
This is a whoosh impact sound - best I can find at the moment
Missile Launching
Listen to the Sound of a Boeing 707 Flying by
Listen to an Military Jet Fighter
My point here is that a whoosh sound is made by explosions not by a plane engine. I guess it depends on the Whoosh type sound, perhaps it might also be a missile launching as well. Dick Eastman seems to think that the plane flew over the Pentagon and landed at a nearby base. Perhaps, it fired off two missiles at the Pentagon and flew over, but if it was being covered by a holographic projection from the C130 that was near by, then who really knows. It is all speculation right now. The other aspect to all this is that the Pentagon Defence System may have shot missiles at the incoming plane, which very likely was a Global Hawk painted to look like an AA 757. The other aspect was that the plane would have been flying mere few feet above the ground and few people saw it before it hit. Global Hawks make little noise and from what I understand it would have been descending from an altitude of about 60,000 feet.
A side note. The wire spools are telecomunication wire that contractors were using to install new cable into Pentagon. Mostly undamaged when comapared against the wall of the Pentaon. Originally I thought they were steel wire cable used to reinforce the building construction but thanks to a reader I was corrected on ths. Rob... Keep the info coming we are getting closer to the truth every day.
The only thing we really know is that there is no way a 757 can clip of 5 lamp poles with crashing and exploding into flames and there is no way that it could fit into the hole it made without some massive amounts of wreckage. There are lots of parts on the aircraft that don't burn at 875 degrees, where are they? Just add this to the puzzle for now.

Holographic technology:
Would it be possible to mask a 757 over-top of a missile? Well yes it is possible. Have a look at these links.
When Seeing isn't Believing
Here is one Witness Statement:
"A huge jet. Then it was gone. Buildings don't eat planes. That plane, it just vanished. There should have been parts on the ground. It should have rained parts on my car. The airplane didn't crash. Where are the parts? There was a plane. It didn't go over the building. It went into the building. I want them to find it whole, wedged between floors or something. I want to make it make sense. I want to know why there's this gap in my memory, this gap that makes it seem as though the plane simply became invisible and banked up at the very last minute"


Wreckage inside the Pentagon:

Now here we have a possible piece of wreckage. Although it looks like it may be off the airplane, I have a few questions about it. It can't be an external part of Flight 77 because there is no painted parts that are white in color on American Airlines color scheme. The second thing is the flag. When was the last time you ever saw a flag painted on a Commercial Jet interior like this? However one thing that we all know is that Military Aircraft have flags painted on them and possibly panted on the inside as well! Another explanation is that it might be an internal door or wall in the pentagon itself. Perhaps a lab or something like that. I thought I bring it forward in case someone recognizes it.


Take note of the internal architecture here. Not much for steel beams and further there is no aircraft debris.

Walking back in time:
PENTAGON WAS PREPARING FOR CRASH SCENARIO IN NOVEMBER 2000
Amalgam Virgo Exercise + Co.
Bush to Arrive at the Pentagon 2 Hours After the Crash:A Fire Truck was taken out and placed near the helipad just prior to the crash into the Pentagon. Reason was that 2 hours after the crash George W. Bush was suppose to arrive there on a scheduled stop.

Question: When does anyone put a fire truck beside a helipad 2 hours before anyone is suppose to be there?
Transcript/Audio

Photo by Jon Culberson



To Perhaps help answer this question, here is an unconfirmed witness report by Wallace.

Answer:
"As I said, we were expecting President Bush about Noon, which would be a Code One Stand-By. In such situations, one of the problems I see at the heliport is that there are too many people there. Plus, there are many vehicles, including Secret Service, Pentagon SWAT, U.S. Park Police, D.C. Cops on motorcycles, and the two Presidential Limousines. And, some of these vehicles even park in front of the fire station apparatus door, blocking the fire truck from exiting the building! That is why I wanted the crash truck out of the station and parked in a good location, for easy access to the heliport in case of an emergency."
This unconfirmed statement from Alan Wallace now states that the President was to arrive at 12:00 PM and the first flight in to the heliport wasn't until 10:00 AM and the Crash Truck a brand new Titan 3000, Number 161 or 61 was parked by the Helipad.

There is some confusion about the 161 versus a 61 fire engine. It is an irrelivant detail, but this link explains that 161 is a type of truck not an fire engine number. http://www.freewebs.com/engine61/apparatus.htm

Moving on:

Remote Control System Patent for a Ground Controler to fly any Aircraft:
For those who wonder if a 757 can be flown by remote control or not, take a look at this Patent from the US Patent Office:
Control system for air vehicle and corresponding method
Also you might like to review what technology was available 20 years ago for flying planes remotely:
Popular Mechanics Missed NASA 911-Type Airliner Crash 20 Years Ago
Theory on What Happened to the bodies of the Passengers and Crew:
This is only speculation and I do not want to upset the families or friends of the victims of Flight 77 by speculating on what may have happened to them if ineed it was not Flight 77. It is anyone's guess as to what that scenario could be and I don't want to comment on it, unless there is some evidence that comes forward to confirm or deny the Official Story.
Pentagon Building Defence Analysis: The Pentagon is one of the most heavily guarded and watched site on the Planet, with some exceptions to perhaps Area 51 and NORAD. With Radar systems capable of tracking objects right down to sea level, Friend or Foe System and Satellite systems it amazes me that flight that a rogue Boeing 757 could hit the Pentagon with out warning after 2 planes already had hit the World Trade Center. The Pentagon is equipped with the latest State of the Art technology in the War Room. Stand down orders had to be issued in order to keep the military from intercepting these planes and you all know who can give that order...
Some background facts:
Many people were evacuated from this section of the Pentagon prior to the crash, I have two sources of information on this now. If the 757 did go into the Pentagon and disintegrated, you still would be left with about 100,000 tonnes of carbonized aluminium, resembling sand. There is nothing there. The fact that the plane was flying inches above the ground without causing damage to the lawn is amazing. It is near impossible to fly a commercial jet inches off the ground into the side of a building. You need to go slow with the flaps down etc. Try flying a flight simulator like that and see what happens. The supposed hijackers had minimal training on these jets and simply wouldn't have the skill. The fact that no Arabs were listed on the manifest is also interesting. Victims Families are being told to shut up and take a small compensation package. NORAD was made to stand down for nearly an hour, yet we have reports of a C130 doing manoeuvres near the Pentagon and a probable Jet fighter that went vertical and out of site just after the crash. The Pentagon is the most highly survailed and protected building on the planet and all they can do is come up with four doctored snap shots of what happened?
The bottom line is we may never know what exactly hit the Pentagon, however that isn't the point. The point is there is enough evidence here proving that at 757 could not and did not hit the Pentagon. There is also a mountain of evidence pointing to the white wash and cover-ups concerning the WTC crash as well. The these poor souls who gave their lives in a Jihad against America were trained in and protected by the U.S. Military and Bush, they were mind controlled patsies used by the Military Industrial complex to put on a show for them. The fact that no Arabs were listed on the Manifest and exactly 20% occupancy on all 4 crashed flights is also an interesting aspect. If you look at the pictures of the dogs doing searches at the Pentagon for body parts, they all have blanked faces, like there is nothing there to find. The fact that there is no wing damage at all on the Pentagon wall should be enough for most people to realize that something is very wrong.
Important links related to the war on terrorism, but not to the Pentagon crash directly:
Interesting speeches by both George Walker Bush and Albert Gore on National Security
Interesting links which shed light on Rumsfeld and the Implementation of his military strategy (QDR) in September 2001
Links to Opinions and Developed Websites:


Developed Websites that examine this in detail: